Apa yang dialami oleh MI Dusun Tawangrejo Desa Kepel Kecamatan Ngetos Nganjuk ini terasa sangat tragis. Bagaimana tidak, untuk tempat belajar muridnya yang sekitar 50 orang saja terpaksa harus menyulap bekas kandang sapi menjadi ruang kelas.
Samsudin (62), salah seorang ustadz di MI tersebut mengakui, letak Desa Kepel yang berada di lereng gunung Wilis dan jauh dari pusat kabupaten Nganjuk mungkin menjadi penyebab MI tersebut tidak pernah dilirik oleh Pemerintah Daerah setempat.
Zainudin (48), juga salah seorang ustadz menyatakan, keberadaan MI tersebut sebenarnya sangat penting bagi masyarakat desa Kepel. Hal ini dikarenakan letak desa yang terpencil, sehingga nyaris tidak ada angkutan umum yang secara regular melayani rute jalan menuju desa tersebut. Satu-satunya alat transportasi yang bisa dimanfatkan secara maksimal adalah ojek, yang tarifnya tentu saja lebih mahal.
Dengan kondisi transportasi demikian, tidak banyak orang tua yang sanggup menyekolahkan anaknya ke SLTP terdekat yang terletak di Desa Kuncir Kecamatan Ngetos, sekitar 50 km dari Kepel. MI Tawangrejo tersebut sekaligus berfungsi sebagai kelas jauh dari MTs al-Amin pada sore harinya. Sehingga manfaat keberadaannya sangat di rasakan oleh masyarakat setempat.
Secara geografis, letak Desa Kepel memang 100% berada didataran tinggi pegunungan Wilis. Angka kemiskinan dan buta huruf daerah ini termasuk tinggi. Sehingga diperlukan perhatian lebih dari Pemerintah Daerah setempat untuk membenahi kondisi masyarakat. Namun sayang, justru sepertinya pihak pemerintah tidak begitu respek dan pro aktif untuk mengatasi persoalan.
Sebagaimana diakui oleh salah satu pengurus yayasan yang tidak mau disebutkan namanya, praktis sejak tahun 1986 MI tawangrejo tidak pernah mendapatkan bantuan dana dari pemerintah. Gedung MI yang hanya terdiri dari dua ruang kelas dan satu mushola dibangun atas swadaya dan gotong royong masyarakat sekitar.
Diceritakan, sekitar tahun 1990an masyarakat Tawangrejo mulai mencicil membuat batu bata sendiri, untuk kemudian didirikan sebagai gedung MI satu-satunya di gedung tersebut. Kemudian sejak dua tahun lalu, yayasan MTs al-Amin membuka kelas jauh di MI tersebut, yang juga dikelola oleh pengurus MI setempat.
Sungguh memprihatinkan menyaksikan ketertinggalan pendidikan di zaman teknologi informasi ini. Apalagi wujud nyata keterbelakangan tersebut berada di pulau jawa, yang praktis menjadi pusat pemerintahan Indonesia. Bagaimana Negara kita bisa menjadi maju jikalau sector pendidikan yang merupakan elemen penting pembangunan bangsa terabaikan.
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

1 comments:

PANDANG mengatakan...

ajari aq buat blogg_nya donk........???