Makam Akan Dibongkar untuk Uji Forensik dan DNA

Kontroversi makam Tan Malaka di Kediri terus berlanjut. Warga Selopanggung mengklaim kalau di TPU di desanya itulah Tan Malaka dimakamkan. Hanya, kebenaran soal itu masih belum bisa dibuktikan secara ilmiah.


Menemukan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Selopanggung Kecamatan Semen bukan hal yang mudah. Jalan sejauh dua kilometer dari jalan raya Selopanggung-Besuki harus ditempuh. Tidak itu saja kondisi jalan yang naik turun dan kecil membuat pengemudi harus berhati-hati dalam mengendarai kendaraannya.

Setelah melewati jalan makadam sejauh 500 meter juga harus dilalui. Setelah itu barulah TPU Desa Selopanggung itu bisa diketahui. Sekilas tak ada yang aneh dengan makam seluas 25 meter persegi tersebut. Letak makam berada di bawah jalan sekitar tiga meter. Di kanan dan kiri makam terdapat sawah yang ditanami pohon kacang. Puluhan patok dengan identitas orang yang meninggal tertulis di sana. Beberapa makam juga masih ada taburan bunga dan buah kelapa.

Namun dari puluhan makam itu terdapat dua makam yang tidak ada identitasnya. Yang satu ditumbuhi pohon kamboja dengan tinggi sekitar tiga meter dan diameter satu meter. Sedangkan makam yang ada di sebelahnya ditandai batu.

Makam siapakah itu? Untuk makam yang ditandai pohon kamboja, versi ketua RT 02/RW 03 Dusun/Desa Selopanggung Khoirul Anam, makam yang ditandai dengan pohon kamboja itu adalah makam Mbah Selo. Mbah Selo ini dianggap sebagai sesepuh desa. Karena itulah nama Selopanggung diambilkan dari kata Selo dari Mbah Selo.

Lalu bagaimana dengan makam yang dikasih tanda batu? Tak jelas makam siapakah tersebut. Karena tidak ada identitasnya. Karena itulah, makam yang dikasih tanda batu itu diduga sebagai makam Tan Malaka. Dugaan itu berdasarkan perkiraan dan cerita dari mulut ke mulut tentang kematian Tan Malaka di tempat tersebut.

Hal inilah yang membuat sejarawan asal Belanda Harry A. Poeze dan kerabat Tan Malaka, Ibarsyah dan Zulfikar memngunjungi makam tersebut dua hari lalu. Untuk memastikan kebenarannya, ada rencana untuk membongkar makam tersebut dan melakukan tes forensik dan DNA. Sehingga kebenaran secara ilmiah apakah makam di sekitar pohon kamboja dan batu itu adalah makam Tan Malaka atau tidak bisa diketahui.

Hanya, untuk melakukan pembongkaran makam ini tidak bisa dilakukan secara langsung dan seenaknya. Ijin dari berbagai instansi pemerintah harus ada.

Pihak desa Selopanggung sendiri tak keberatan makam itu dibongkar. Kepala Desa Selopanggung Zairi beranggapan jika makam Tan Malaka benar ada di desanya maka itu akan menjadi keuntungan tersendiri bagi desanya. Karena dengan demikian, banyak keuntungan akan didapat, seperti kunjungan wisata akan meningkat. "Ini akan menjadi sejarah besar," ujarnya.

Untuk pembongkaran, tes forensik dan DNA itu, Zairi mengatakan rencananya akan dilakukan Oktober nanti. Dan, saat ini sedang diurus ijin pembongkaran dan tes forensic serta DNA oleh Harry Poeze dan keluarga Tan Malaka.

Dengan adanya tes forensik dan DNA maka teka-teki yang selama ini berkembang di desanya akan segera terjawab. Karena selama ini masyarakat setempat menyakini kalau Tan Malaka dikubur di TPU di Desa Selopanggung. "Kalau secara keyakinan kami percaya Tan Malaka dikubur di sini," ujarnya.

Soal kedatangan Harry A Poeze ke makam Tan Malaka bukanlah hal yang aneh bagi Zairi. Karena orang Belanda itu sudah dua kali mengunjunginya. Yang pertama itu sekitar 12 tahun yang lalu. Apa yang dilakukannya sendiri juga sama, yaitu melihat-lihat kondisi makam. Untuk yang kedua, Harry Poeze melakukannya dari siang hingga sore.

Karena belum ada kejelasan apakah makam itu benar makamnya Tan Malaka atau tidak maka kondisi makam itu tak ubahnya seperti makam desa. Tak ada pengunjung yang ramai berziarah ataupun bangunan yang megah di makam tersebut.

Pemkab Kediri sendiri masih belum bisa memastikan kabar Tan Malaka dikubur di Selopanggung. Melalui Kabag Humas Pemkab Sigit Rahardjo, Tan Malaka dimakamkan di Selopanggung masih ibarat kabar burung. Karena sampai kemarin bukti dan kejelasan soal itu belum ada di tangan pemkab.

Bahkan, kedatangan Harry Poeze dan kerabat Tan Malaka di Selopanggung sendiri, Sigit mengaku tak mengetahuinya. Karena tak ada surat yang masuk ke Pemkab Kediri soal kedatangan mereka. "Kami belum berani memastikan soal Tan Malaka di Kediri kalau belum ada buktinya," pungkasnya. (*) (dikutip dari radar kediri)
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: